Tampilkan postingan dengan label artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label artikel. Tampilkan semua postingan

Selasa, 19 Desember 2017

Mereka yang Kuat Tetap Membantu Orang Lain, Meski Sedang Berjuang Menghadapi Masalahnya Sendiri.

    Desember 19, 2017   No comments


Sudahkah kamu menawarkan bantuan untuk orang lain hari ini?
Seringkali kita abai dengan orang-orang di sekitar. Faktornya bermacam-macam. Bisa karena tengah berkutat dengan gawai,  keasyikan mengobrol, atau dapat juga akibat terlalu sibuk bergelut dengan masalah yang menghampiri. Apa pun alasannya, sejatinya hal itu tak bisa dijadikan alasan untuk tidak mengulurkan bantuan bagi orang lain.
Seumur hidupmu, pasti pernah mendengar cerita tentang Mahatma Gandhi atau Bunda Teresa bukan? Apa responmu kala mendengar kisah hidup mereka untuk pertama kalinya? Kebanyakan pasti akan takjub, bagaimana tidak, keterbatasan justru membuat mereka mampu memberi manfaat bagi sekitarnya.
Menebar kebaikan sejatinya bukan hanya milik Gandhi atau Bunda Teresa. Kamu dan aku pun punya peluang yang sama untuk mengulurkan tangan bagi orang lain. Sepelik apa pun masalah yang kamu hadapi, jangan lupakan kalau di luar sana ada yang jauh lebih membutuhkan uluran tanganmu.


Orang kuat bukan hanya sebutan untuk mereka yang punya otot dan tenaga besar. Tolok ukur kekuatan seseorang bukan lagi perkara fisik dengan stamina yang bagus. Tapi juga soal ketangguhan mental yang dimiliki orang tersebut. Semasa sekolah, pasti kamu mendapat pelajaran soal tenggang rasa bukan? Lantas, sudah sejauh mana implementasimu sejauh ini? Jangan sesekali menganggap tenggang rasa itu adalah sesuatu yang sederhana.
Kekuatan hati dan empati seseorang terhadap yang lain dapat dilihat dari sejauh mana dia bertenggang rasa terhadap sekitarnya. Seringkali kita menolak untuk melakukan hal ini lantaran pikiran-pikiran negatif yang terlanjur melekat. Semisal, “Ah hidup gue aja sudah susah, masa harus memikirkan orang lain…”
Bagi orang yang terdorong untuk melakukan sesuatu bagi sesamanya, sesukar apa pun masalah yang mereka hadapi, hal itu bukanlah penghalang yang berarti.

Tak Semua Mampu Mengesampingkan Ego Pribadi, Mereka yang Mau Mengalah Adalah Para Pemenang Sejati


Siapa yang tak senang kalau kemauannya dituruti? Tapi kalau semua orang berlaku demikian, lantas siapa yang mau mengalah bagi sesama? Sadar tak sadar, menjadi orang yang mau mengalah demi kepentingan orang lain itu tak mudah, sebab hal itu sama artinya kamu harus berbesar hati mengesampingkan ego pribadi. Sanggupkah kamu berlaku demikian? Biarkan hal semacam ini menjadi introspeksi diri untuk masing-masing kita.
Jika kamu menemukan orang yang kamu rasa sampai rela mengesampingkan segala keinginan pribadi demi melihat orang lain senang, berarti dia adalah seorang pemenang sejati. Dia tidak sedang berkompetisi dengan siapa-siapa, hanya saja, seorang pemenang sejati adalah mereka yang bisa membawa hidupnya bermakna bagi sekitarnya.

Sebab Membantu Orang Lain Bukan Perkara Untung dan Rugi, Melainkan Menghidupi Konsep Memanusiakan Manusia Bagi Diri Sendiri


Prinsip hidup mereka sekali lagi bukan diukur dari untung dan rugi yang didapat. Mereka tak kenal pamrih. Kalaupun suatu saat kamu ditolong dalam situasi mendesak, mereka pun memilih menolak dengan halus setiap bentuk ‘balas budi’ yang kamu tawarkan. Hidupnya sederhana dan tidak aneh-aneh.
Kamu pun kadang tak mengerti mengapa mereka bisa memiliki hati sebaik itu. Tapi berkat adanya mereka, secara tak langsung kamu pun menyadari, di dunia ini tak semua manusia berhati jahat. Masih ada orang-orang berhati tulus yang mau memanusiakan manusia dengan cara mereka masing-masing.

Mereka yang Gemar Membantu Orang Lain Sejatinya Berprinsip: Dibanding Mengasihani Diri Sendiri Lebih Baik Memberi Diri Bagi Orang Lain


Diantara banyak pilihan hidup, mereka memilih membantu orang di sekitarnya. Bahagianya mereka tatkala melihat orang lain terlepas dari kesulitan yang membelenggu. Bukan bermaksud menjadi semacam pahlawan super, hanya saja hati mereka tersayat jika melihat seseorang yang butuh bantuan tapi tak ada yang menolong.
Bukan berarti mereka tak punya masalah, tapi mereka tahu cara mengesampingkan masalah itu dan mengutamakan kepentingan orang lain. Prinsipnya, dibanding mengasihani diri sendiri dan terpuruk dalam kesedihan, lebih baik membantu orang lain yang membutuhkan.

Karena Merekalah Sebaik-baiknya Panutan…


Pada akhirnya, pasti ada titik dimana kamu dibuat kebingungan. Bagaimana bisa ada orang yang punya hati setulus mereka? Bahkan kita saja kadang masih suka menimbang-nimbang untung rugi saat mau membantu teman. Kehadiran mereka seakan ‘menyentil’ seberapa besar empati kita untuk sesama. Bersyukurlah kamu jika berkesempatan dipertemukan dengan orang baik seperti mereka. Sebab itu artinya kamu punya panutan yang luar biasa dalam hal berbagi kebaikan.


Minggu, 22 Oktober 2017

Biografi Bob Marley

    Oktober 22, 2017   No comments

Kapten Norval Sinclair Marley adalah seseorang yang berperawakan kecil. Ia adalah seorang pengawas tanah perusahaan Crown Lands, milik Pemerintahan Inggris yang telah menjajah Jamaika sejak tahun 1660-an yang terletak sebelah utara pulau itu. Pangkat yang disandangnya ia dapat saat menjadi komandan markas di Resimen British Hindia Barat. Suatu saat ia bertemu dengan Cendella, seorang wanita pribumi yang telah mamikat hatinya pada saat dia sedang berkunjung ke distrik Nine Miles. Hubungan mereka menjadi pergunjingan warga setempat karena Ras.

 Pada Mei 1944 cedella mengejutkan keluarganya karena hamil. Sehingga pada hari jumat dilaksanakanlah pernikahan antara Norval dengan Cendella dan sehari setelah pernikahan mereka, Cendella diungsikan ke Kingston agar tidak tercorek namanya sebagai ahli waris keluarganya. Dan akhirnya Cendella melahirkan seorang anak yang diberi nama Robert Nesta Marley yang lahir pada pukul 2.30, Rabu Februari 1945 dengan bobot enam setengan pon (3.25 kg) di Nine Miles. Konon pada malam kelahirannya, banyak orang melihat beberapa meteor jatuh, yang menurut keyakinannya akan lahir seorang tokoh besar.

Pada tahun 1950 Cendella pindah ke Trench Town – Kingston. Marley mulay berinteraksi dengan geng-geng jalanan yang kemudian berlanjut menjadi gerombolan bernama “The Rudeboys. Walaupun berperawakan kecil seperti ayahnya, tapi karena kekuatannya ia dijuluki “Tuff Gong”. Setelah Marley drop out dari sekolahnya ia mulai tertarik dengan musik. Pada awal 1962 Bob Marley, Bunny Livingstone, Peter Mcintosh, Junior Braithwaite, Beverley Kelso dan Cherry Smith membentuk grup ska & rocksteady dengan nama “The Teenager” yang nantinya berubah menjadi The Wailing Rudeboys dan berganti lagi menjadi The Wailing Wailer dan akhirnya menjadi The Wailers.Pada tahun 1977, Bob Marley divonis terkena kanker kulit, namun disembunyikan dari publik. Bob Marley kembali ke Jamaica tahun 1978, dan mengeluarkan SURVIVAL pada tahun 1979 diikuti oleh kesuksesan tur keliling Eropa. Bob Marley melakukan 2 pertunjukan di Madison Square Garden dalam rangka merengkuh warga kulit hitam di Amerika Serikat.

 Namun pada tanggal 21 September 1980, Bob Marley pingsan saat jogging di NYC’s Central Park. Kankernya telah menyebar sampai otak, paru-paru dan lambung. Penyanyi reggae inipun akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya di Miami Hospital pada 11 Mei 1981 di usia 36 tahun, dengan meninggalkan seorang istri dan 5 orang anak.Terlihat jelas melalui sinar matahari jamaika kamu dapat memilih bagian dari dongeng tentang Marley antara lain : tentang kesedihan, cinta, pemahaman, dan Godgiven talent. Dua dekade setelah dia meninggal, Imensitas (kebesaran) Bob Marley menempatkannya menjadi satu diantara figur-figur transenden terbesar sepanjang abad. Riak-riak yang dilakukannya menyebrang dari sungai musiknya kedalam samudera politik, etika, gaya filsfat, dan agama (Rastafaria). Bob Marley dimasukkan ke dalam Rock n Roll Hall of Fame pada tahun 1994. Majalah time memilih lagu Bob Marley & The Wailers Exodus sebagai album terbersar pada abad ke-20.pada tahun 2001 ia memenangkan Grammy Lifetime Achivement Award. Pada tahun yang sama kemudian film documenter tentang hidupnya dibuat oleh Jeremy Marre, Rebel Music, dinominasikan untuk The Best Long Form Music Video documentary at the Grammies, serta penghargaan untuk beberapa kategori lainnya. Dengan kontribusi dari Rita, The Wailers, dan para pecintanya serta anaknya, film tersebut menceritakan tentang Marley, yang juga disertai kata-kata Marley sendiri.

 Pada musim panas tahun 2006, Kota New York memberikan penghargaan tersendiri bagi Bob Marley dengan memberi nama pada jalam gereja dari jalan Ramsen ke East 98th street dibagian timur Brookliyn dengan memberi nama “Marley Boulevard”.Dan masih banyak lagi penghargaan yang Bob Marley dapatkan. Kisah hidup Bob Marley adalah sebuah arketipe, itulah kenapa karya-karyanya abadi dan terus bergema. Bob Marley berbicara tentang represi politik, wawasan metafisik dan artistic, kesejahteraan dan apa saja yang mengusiknya. “No Women No Cry” masih akan terus mengahapus air mata dari wajah seorang janda “Exodus” masih akan memunculkan ksatria, “Redemtion Song” masih akan menjadi tangisan emansipasi untuk melawan segala tirrani, “Waiting in Vaint” akan tetap menggairahkan, dan “One Love” akan terus menjadi himne internasional bagi kesatuan kemanusiaan didunia melampui batas-batas, melampui kepercayaan-kepercayaan, di mana tiap orang akan sadar dan mempelajarinya.Bob Marley bukan hanya sekedar bintang musik yang sebagian besar rekamannya memecahkan rekor internasional, namun ia juga menjadi sebuah figure moral dan religius.

 Selain Bob Marley kita juga harus mengakui bahwa banyak musisi yang lebih unggul dari penemuan instrumental, gaya vocal gubahan musik, dan sebagainya.tetapi hanya Bob Marley yang dapat membuat kita melihat ribuan orang Hpi dari Mexico, Maori dari Selandia Baru bahkan komunitas-nya di PAPUA, berkumpul tiap tahun untuk menghormatinya.Banyak penggemarnya di seluruh dunia meniru gaya rambut dreadlocknya karena fanatic walaupun tidak sedikit pula yang meniru dreadlock Bob Marley karena terkena imbas voyeurisme, padahal sebenarnya dreadlock Bob Marley sebagai bagian dari keyakinannya akan ajaran Rastafarian, dan bukan dari pengkulturan dari selebriti idolanya.

Pada umumnya di PAPUA, sosok Bob Marley banyak diidentikkan dengan ganja, padahal ganja adalah ritual serta bagian dari ajaran Rastafarian dan Bob Marly adalah penganutnya. Wajar bila ia mengkonsumsi, menjadikan syair, dan menyanyikannya. Referensi.

"Tumbuh-tumbuhan merupakan penyembuhan sebuah bangsa, alkohol adalah pengrusakan."

x

Sabtu, 30 September 2017

BELAJAR UNTUK YANG SALAH KATAKAN SALAH YANG BENAR KATAKAN BENAR.

    September 30, 2017   No comments
Foto, Musa Boma

Belajar untuk yang salah katakan salah yang benar katakan itu benar, Sikap itu menjadikan budaya bagi setiap orang lebih khusus kepada pelajar dan Mahasiswa saat kita kuliah.

Saat kuliah kesempatan emas untuk setiap kita mau posisikan pada pilihan apa yang menjadi diri piribadi kita.

"Karena setelah andah dan saya selesai pada perguruan tinggi jelasnya akan kembali pada rakyat dan daerah kita masing-masing untuk hidup bersama di tengah-tengah rakyat.

Dalam kesempatan itu jelas bahwa kita akan menemui banyak persoalan baik persoalan pribadi dalam kelompok, kampung, dan Kabupaten.

Dalam situasi itu ada dua jawaban akan muncul dalam benak kita masing-masing.

Kedua jawaban itu yang punya jawaban latar belakan, kebiasaan, asal usul dan tempat keberadaan bagi keduanya berbeda pulah.

Kalau begitu, bilah engkau memili orang lain sudah salah lalu engkau menyatakan dia benar engkau pengikut pembohong pemilik neraka.

Kalau dia sudah  benar lalu kita katakan dia benar berarti engkau pengikut Tuhan Raja -Raja segala Raja.

Belajar kedua hal mulai saat ini supaya kita di sebut dewasa dalam tingka laku kita.

 Ditulis oleh : Musa Boma

Rabu, 27 September 2017

Berjudi/Togel Membuat Hidup Kita Hancur!

    September 27, 2017   No comments
Berjudi/Togel Membuat Hidup Kita Hancur!




Dari zaman dulu hingga zaman sekarang, kehidupan manusia dipengaruhi oleh 1 hal yang sangat mengoda dan bahkan tercandu dengannya, yaitu:
1.Berjudi/Togel
Salah satunya, yang mengakibatkan dampak besar dalam kehidupan kita, yaitu:berjudi/togel setiap kita tahu bahwa berjudi/togel merupakan salah satu hal yang dilarang, baik dari segi agama maupun dari segi budaya. Apa sebenarnya tujuan berjudi/togel? 
Dan Bagaimana pengaruh dari judi/togel tersebut?
Zaman sekarang ini, di manapun sedang mengalami krisis ekonomi. Setiap kita pasti memikirkan begitu berat akan kebutuhan hidup sehari- hari. Baik itu untuk kebutuhan pribadi, maupun untuk kebutuhan keluarga yang kita miliki. Tetapi, ketika manusia dalam kondisi dan situasi yang mendesak. Seringkali mengambil tindakan- tindakan secepat mungkin atau disebut “Instan” untuk memperoleh apa yang diinginkan. Contoh salah satunya, ialah berjudi/togel.
Berjudi/togel merupakan tindakan dengan mengeluarkan uang sedikit dan untuk mendapat kembali uang yang lebih banyak. Jika seseorang sudah berjudi/togel terus menerus, lambat laun akan menjadi ketagihan. Kita seringkali mendengar kalimat, “Ini terakhir saya berjudi/ogel, terakhir! Dan saya akan memenangkan kembali semua uang saya!” Tetapi, ujung- ujungnya tetap kalah dan tidak berhenti untuk berjudi/togel.
Berjudi/toge merupakan suatu tindakan dan kebiasaan yang buruk. Sebab, berjudi/togel membuat sifat seseorang menjadi malas dan terus tercandu dengannya. Kenapa? Jika menang, bagi si penjudi/togel semakin mempertaruhkan uangnya semakin banyak, untuk memenangkan uangnya lebih banyak. Sebaliknya, jika kalah! Maka, si penjudi/togel merasa kecewa dan marah, dan terus melanjutkannya untuk memenangkan uangnya kembali.
Berjudi/togel, bisa membuat sifat seseorang menjadi malas dan cepat emosi. Serta membuat mereka tidak peduli dengan keluarga yang mereka miliki. Ada sebuah kejadian yang nyata, yaitu: ketika suaminya kalah berjudi/togel, suami tersebut pulang ke rumah dan meminta uang kepada istrinya. Istrinya ini hanya seorang ibu rumah tangga saja dan harus menyekolahkan anaknya. Ketika suaminya tidak mendapat uangnya, maka suami tersebut memukul istri dan anaknya. Ini menimbulkan sifat kekerasan dan keluarganya menjadi hancur.
Jadi efek dari berjudi/togel, tidak saja merupakan dampak yang kecil. Melainkan, dampak yang sangat besar bagi kehidupan seseorang. Baik itu bagi pribadi, maupun keluarganya. Bahkan dengan kebiasaan hidup berjudi/togel, bisa menambah hutang seseorang semakin banyak. Sehingga sulit untuk melunasinya, bahkan meminjam uang sampai ke rentenir.
Maka, setiap kita tahu bahwa kehidupan seseorang yang suka berjudi/togel, hidupnya itu sangat menderita disebabkan oleh penjualan harta, keluarganya hancur, dan hutang yang tidak bisa dilunaskannya. Bahkan, bagi yang sudah meminjam uang dengan rentenir. Hidupnya lebih menderita, dihina dan dipukul jika tidak mampu melunasi hutangnya.
Jika, kita sudah tahu betapa menderita kehidupannya bagi seseorang yang suka berjudi/togel. Maka, mulailah saat ini untuk tidak berjudi/togel dan berkata: “Selamat Tinggal Judi/togel!”

Penulis: Mago Tigi

Sumber Daya Manusia Berkualitas.

    September 27, 2017   No comments
Sumber Daya Manusia Berkualitas

Berkembang maju dan bertumbuh dengan pesatnya sebuah negara. Tidak hanya saja memiliki sumber daya alam yang berlimpah sudah cukup, tetapi harus dilengkapi dengan adanya sumber daya manusia yang berkualitas.
Contoh saja di negara Singapur, Jepang dan Jerman. Negara- negara tersebut berkembang dengan pesat dan begitu maju dalam kesaksian mata kita sendiri, bukan? Dengan adanya dunia serba digital dalam internetan. Setiap kita bisa menerima dan menyaksikan informasi- informasi perkembangan di dunia ini. Sehingga kita tidak ketinggalan zaman.
Sebenarnya, apa yang membuat manusia bisa menjadi berkualitas dan apa yang menjadi hambatannya? Berikut ini akan diuraikan, faktor- faktor yang menyebabkan keterlambatan dalam pertumbuhan sumber daya manusia yang berkualitas:
a) Kemiskinan.
Dalam perkembangan dunia ini, uang merupakan salah satu sumber terpenting dalam pembentukan sumber daya manusia yang berkualitas. Seperti di negara kita, masih ada juga dan banyak anak- anak yang hidup dalam kemiskinan di desa- desa, pelosok- pelosok tertentu. Mereka hidup aja susah dan untuk memperoleh pendidikan lebih sulit lagi. Sebuah negara yang maju, hal utama yang harus diperhatikan adalah pemberantasan kemiskinan.
Ini adalah upaya dari pemerintahan bagaimana mengelola sumber daya manusia sesuai dengan peluang sumber daya alam yang ada. Serta membuka lapangan kerja bagi penduduk yang masih dalam keadaan miskin, bukan?
Seperti di negara China, propinsi “hu nan” bagaimana pemerintah mereka membuka lahan pertanian, perkebunan untuk membantu penduduk yang hidup dalam kemiskinan. Sehingga setiap tahun, tingkat kemiskinan semakin berkurang dan hidup penduduknya semakin membaik dan sejahtera.
b) Pendidikan Dan Ketrampilan (Knowledge and Skill).
Namanya sumber daya manusia yang berkualitas, salah satu pendukung terbesar terbentuknya sumber daya manusia yang berkualitas adalah pendidikan dan ketrampilan. Pada zaman sekarang ini, dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi yang canggih. Banyak mahasiswa yang belajar ke luar negeri, bahkan setelah lulus kuliah, mereka bekerja dan berusaha di luar negeri.
Negara kita sebenarnya mempunyai banyak anak- anak regenerasi sebagai penerus yang juga sebagai sumber daya manusia yang berkualitas. Bagi mereka yang mampu bersekolah tinggi di luar negeri, persentase untuk kembali ke Indonesia sangat minim sekali. Sebab, jika para mahasiswa telah memperoleh kelulusannya. Mereka kebanyakan bekerja di luar negeri, sebab hidup dan perkembangan dunia luar sana lebih baik, jika dibanding dengan negara asalnya. Apalagi dalam perselisihan mata uang negara.
c) Kepentingan.
Sebuah negara yang maju, akan mengupayakan kepentingan rakyatnya yang diutamakan. Jika rakyat dan masyarakat hidup semakin baik dan maju. Secara otomatis, tingkat kesadaran manusia akan kepentingan bersama dan kepentingan negara akan semakin bertumbuh.
Salah satu hal yang membuat kualitas sumber daya manusia semakin menurun adalah “keegoisan” dalam kehidupan pribadi maupun kehidupan bersama. Jika sesama kita hidup dalam kerukunan dan memetingkan kehidupan bersama. Maka, hidup kita akan semakin membaik dan bertumbuh sebagaimana mestinya. Di manapun kita berada, jika ada “Kasih” dan saling “memaafkan” serta memetingkan “kepentingan bersama”. Maka, betapa indahnya kehidupan kita dan juga termasuk kehidupan negara kita, Indonesia.
Demikianlah, faktor- faktor yang perlu kita ketahui untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Jika, sumber daya manusia semakin berkualitas diiringi dengan sumber daya alam yang berlimpah di negara kita, maka negara kita akan menjadi negara yang maju dan makmur berlipatganda.

Penulis : Mago Tigi


Rabu, 20 September 2017

Berjuang untuk perdamaian, kehidupan yang layak untuk semua, tema Persatuan PBB yang 'sangat penting', kata Presiden Uganda.

    September 20, 2017   No comments

Berjuang untuk perdamaian, kehidupan yang layak untuk semua, tema Persatuan PBB yang 'sangat penting', kata Presiden Uganda.

19 September 2017 - Yoweri Kaguta Museveni, Presiden Republik Uganda, naik podium untuk memberikan dukungan atas tema Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa ke 72 - 'Berfokus pada Rakyat: Perjuangkan Perdamaian dan Kehidupan yang Layak untuk Semua di Planet yang Berkelanjutan' - mempertanyakan mengapa elit dunia gagal melihat keteguhannya. "Siapa yang akan kalah jika semua orang di dunia ini menjalani kehidupan yang layak," katanya, yaitu dengan memiliki cukup makanan; inokulasi penyakit "yang dapat diimunisasi; air minum; pendidikan; listrik bersih; pekerjaan yang adil; dan rumah terhormat. "Parasitisme adalah satu-satunya kendala bagi kemakmuran global, kemakmuran dan kedamaian," tambahnya. Beralih ke "situasi berbahaya di Semenanjung Korea," dia percaya bahwa, sebagai "sanak keluarga," Republik Korea (ROK) dan Republik Demokratik Korea (DPRK) akan melakukannya dengan baik untuk membicarakan penyatuan kembali mereka. Dia mencontohkan Vietnam yang bersatu, dan juga Jerman pada tahun 1990. Dengan memperhatikan kekuatan Korea yang bersatu, dia mengajukan pertanyaan, "Mengapa beberapa aktor takut pada negara-negara kuat di dunia? Mengapa orang Korea sendiri (Utara dan Selatan) membiarkan kekuatan eksternal terus membaginya? " "Kami selalu berusaha untuk tidak mengizinkan aktor, asing atau lokal, untuk membagi masyarakat Afrika, terlepas dari komplikasi yang terlibat," katanya, mengatakan bahwa Uganda menampung banyak pengungsi Afrika karena posisi ideologis yang sadar - "untuk tidak membiarkan aktor manapun untuk membagi kita Kami hanya melawan pengkhianat. " Pada "isu kecil" untuk memberlakukan sanksi terhadap DPRK, Kaguta mengatakan kepada Majelis bahwa Uganda telah sesuai. "Kami tidak harus berdagang dengan Korea Utara. Kami, bagaimanapun, bersyukur bahwa, di masa lalu, Korea Utara membantu kami membangun pasukan tank kami, "pungkasnya.

Kamis, 03 Agustus 2017

Gambar Budaya

    Agustus 03, 2017   No comments


© 2014 Coretanku. Designed by Bloggertheme9
Proudly Powered by Blogger.