Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 03 Januari 2018

BIDADARI TANPA SAYAP

    Januari 03, 2018   No comments

Kelembutan hatinya membuatku terpana. . .
Melihat kehindahan Rembulan,
Sama seperti melihat keindahan wajahnya.

Sungguh kuat dia menghadapi ini semua. . .
Menghadapi keaadaannya yg begitu nyata.
Merasakan penderitaannya sendirian.
Dan mengukur penderitaan diatas mimpi . . .

Walau dia hanya Bidadari tanpa sayap,
Tapi kelembutan hatinyalah yang membuatku merasa seperti.....
Berada di atas awan.

Senin, 25 Desember 2017

SENYUMMU BAHAGIAKAN HATIKU

    Desember 25, 2017   No comments
Semu yang terjadi terjadilah, itu yang ada dipikiranku sekarang,
Hari telah berganti Bulan berlalu dan Tahunpun berubah. Tapi hati dan pikiranku selalu tertuju padamu.
Seberapa besar aku ingin melupakanmu tapi selalu lebih besar rasa inginku padamu.
Ternyata aku selalu salah dalam berfikir
Ternyata aku selalu salah dalam berharap
Ternyata aku selalu salah dalam bertindak
Menyesal, menyesal, menyesal, kenapa itu bisa terjadi
Mengapa semua itu begitu cepat berlalu, mungkinkan semua itu kan terulang lagi
Senyummu Indahkan Duniaku
Senyummu Cerahkan Hariku
Senyummu Bahagiakan Hatiku

Doa Nata

    Desember 25, 2017   No comments

Ya Tuhan,
Terang sudah tiba,
Lilin di Betlehem menyala.
Tolonglah saya untuk bersukacita dalam terang
dan dalam cahaya itu melihat sesama saya apa adanya.

Tolonglah saya untuk tetap mengenal dia
sementara Natal tiba, dan cakrawala malam,
sekali lagi dipenuhi dengan terang kelahiran-Mu.
Amin!

Sabtu, 28 Oktober 2017

Puisi Cinta Sang Revolusioner

    Oktober 28, 2017   No comments



Ernesto "Che" Guevara de la Serna el Fuser

duhai kasih
aku sebenarnya berharap ada kau disisiku
bercumbu dalam orasi-orasi tentang pembebasan
berkasih-kasih dalam debat panjang revolusi
berpeluk mesra dalam kejaran tirani

duhai kasih
aku sebenarnya berharap kau ada disisiku
berjalan bergandengan dengan kaum tertindas
bernyanyi mesra dalam tarian penantian
atau hanya sekedar diam dan saling memandang
sambil berpikir berdua adakah ruang untuk kita
berucap mesra dalam tangisan kehilangan

duhai kasih
sekali lagi aku berharap
bukankah kamu tau
revolusi butuh pejuang
siapkan dirimu...
agar kutanamkan benih revolusi dirahimmu

Selasa, 03 Oktober 2017

Oh Negeriku betapa malang nasib bangsaku.

    Oktober 03, 2017   No comments

Kita ini hidup di negeri dalam bergundal
Pejabatnya sibuk mengurusi politik sundal
Rebutan jabatan dan berlomba hidup royal
Dengan cara main suap atau saling jegal
Kita ini hidup di negeri sundal
Pemilu berantakan dikatakan normal
Rakyat dibohongi lembaga survei yang tak bermoral
Karena dibayar oleh politikus bermoral kadal
Kita ini hidup di negeri abnormal
Orang salah dapat jabatan orang benar terpental
Mau jadi polisi,mau jadi PNS,mau jadi TNI, rumah dan tanah terjual
Karena oknum pejabatnya sudah rusak mental
Kita ini hidup di negeri terpental
Rakyat dibohongi angka-angka statistik yang tak masuk akal
Padahal utang bangsa kita sudah sangat fatal
Pemilu banyak menghasilkan pemimpin dan wakil rakyat yang begundal.

oleh: Mago Tigi

Selasa, 22 Agustus 2017

KITA HARUS TERIAKAN LAWAN!!

    Agustus 22, 2017   No comments
Camrade Rudhy Amir
KITA HARUS TERIAKAN LAWAN!!
Aku, kau, dan semua yang bersebrangan dengan negara akan di buruh
Begitulah negara dan penghuninya
Aku, kau, dan semua yang bersebrangan akan di aniayaya
Begitulah negara dan karakter tentara dan polisinya
Tahu kah engkau?
Mereka pembunuh -- pembunuh -- pembunuh
Berjuta manusia dihilangkan secara paksa
Di pukul-pukul, culik, perkosa, penjara, siksa, tangkap, dan bermacam-macam cara yang di lakukan
Terlaksana dengan sekali tumpas bergenerasi akan mengenang kejahatan itu
Butir-butir aturan, kebijakan, semuanya adalah kemauan yang di lengkapi senapan dan pembungkaman
Suatu kelak? Kau, aku, dan semua manusia, akan di cabik-cabik di bumi manusia ini
Ah, bukan kelak lagi. Kepala ku di tendang, badan ku di pukul, diseret-seret kejalan
Hari ini tak harus kita bohong, lihatlah negara dan penghuninya semua yang mengancam dihilangkan
Butir-butir aturan, kebijakan, hanya untuk modal perut orang-orang kaya
Orang-orang yang berpangkat pejabat
Tentara juga polisi dan pereman bayaran
Butir-butir aturan negara dikhususkan untuk nyonya-nyonya dan tuan-tuan
Butir-butir aturan merampas tanah kita, hak kita, suara kita, gerakan kita, kasisayang kita, bahkan penindasan lebih dalam dan lebih muram
Butir-butir aturan dan kebijakan menghasilkan pundi-pundi kemiskinan tidak sajah dalam dunia ide, tetapi juga kemanusiaan dia buat rapuh
Tidak, Sukma jiwa dan gumam melawan ku tak harus mati
Butir-butir aturan mengajak kita menjadi anjing penjinak untuk tuannya
Selayaknya tuan yang menyediakan dendeng bangkai dan tulang-belulang---aku, kau, dan manusia
Selayaknya daging ku lejat, darah ku segar, jeruji tempat ku, menjadi helder yang siap menerkam mangsa, sampai telanjang badan dihukum tak manusiawi
Ini sumber masalah,
Butir-butir aturan dan kebijakan negara
Negara mengajak kita kepalkan tangan kiri
Negara mengajak kita turun kejalan-jalan, terikkaan hapus, tolak, bubarkan, tarik, hentikan, dan lawan kebangkitannya
Negara mengajak kita bersatu
Negara mengajak kita untuk bandel
Butir-butir aturan dan kebijakan negara dan penghuninya harus kita lawan
Meskipun kita di pukul-pukul
Tendang berserakan di jalan-jalan
Penjara dan penyiksaan
Harus kita benar-benar berani
Karena ini adalah hidup adalah untuk manusia yang lebih baik
Lihatlah,
Tentara itu, polisi itu, masih utuh dan belum binasa watak kolonial dan fasisnya
Sekali lagi, mereka pembunuh-pembunuh-pembunuh dan tak punya kepribadian sebagi karakter manusia
Mereka akan di perkuat dengan butir-butir aturan
Perppu Ormas
Kamnas
Intelejen
Bela negara
Dan seterusnya, adalah untuk tuan dan nyonya-nyonya kaya
Bunga-bunga mekar tak akan di biarkan tumbuh dan berkembang dimana-mana
Diracuni dengan obat-obatan mematikan
Setangkai bunga itu akan diracuni
Benih bunga itu akan di racuni dan berlahan-lahan melayu dan mati
Dan kita adalah bunga yang mekar tak harus mati dengan bodoh, selayaknya mati sebagai binatang yang tak di hargai jasad jiwa sukmanya
Kita harus teriakan lawan!!
(Bekasi, 19 Agustus, 2017 21.10 Rudhy Pravda)
© 2014 Coretanku. Designed by Bloggertheme9
Proudly Powered by Blogger.